MISTERI DUNIA
MENJELAJAH BERBAGAI MISTERI DAN KEUNIKAN DI BELAHAN DUNIA.
FOTO HANTU
INGIN LIHAT BERBAGAI FOTO PENAMPAKAN DIDUNIA, KLIK DISINI YA
FENOMENA UNIK
TEMUKAN BERBAGAI FENOMENA UNIK DUNIA DISINI
CERITA MISTERI
CERITA HORROR DAN MISTERI, TEMUKAN DISINI
FILM HORROR
MENYAJIKAN REVIEW DARI FILM-FILM HORROR TERBARU
Kamis, 31 Oktober 2013
Rabu, 30 Oktober 2013
Genderuwo Pinjam Korek
Pak budi adalah seorang pria berumur sekitar 40 tahun, dia bekerja sebagai PNS. Entah kenapa hari itu, Pak Budi seperti dinaungi nasib sial, bayangin saja, mau berangkat kerja ban motornya bocor, pakai acara menuntun motor
selama 15 menitan, ketemu tambal ban, pakai acara antri nunggu 2 motor yang bannya juga bocor. Dan yang pasti dimarahin pak boss, karena terlambatnya ada 1 jam dari jam masuk kerja ( 8 pagi). Belum berakhir juga apesnya beliau, mau nyalain computer, ternyata tidak mau menyala, walaupun dia coba on kan berulang-ulang, tetap saja computer tidak bisa diajak kerjasama,
alhasil harus panggil orang untuk mengecek komputernya. Padahal hari itu dia berencana akan menyelesaikan laporan pertanggung jawaban bulanan kepada atasannya yang akan dikumpulkan besok, semua data ada di computer, yah terpaksa selama 3 jam dia harus menunggu sampai komputernya selesai diperbaiki.
Alamat lembur, pikirnya. Dan ternyata dugaannya betul, dia harus bekerja meyelesaikan laporannya sampai jam 7 malam. Setelah berpamitan dengan Satpam di kantor, akhirnya dia kembali di rumah.
Sampai di rumah jam menunjukkan 19.30 WIB, istrinya dengan nada jengkel menanyakan kok pulang sampai malam sekali, Pak Budi pun menjelaskan kejadian yang dialami, lalu meminta maaf kepada istrinya karena tidak mengabari dulu ke rumah, karena saking fokusnya dia menyelesaikan laporan.
Sebenarnya Pak Budi agak jengkel juga, waktu ditanyain istrinya dengan nada marah, tapi memang dasarnya Pak Budi merasa bersalah, jadi dia pendam saja ketidak senangannya, dari pada ribut-ribut, apa lagi dia pun sudah capek.
Setelah mandi, dan makan, lalu dia tidur-tiduran di sofa, dan tanpa sadar dia pun tertidur. Tiba-tiba dia terbangun oleh suara kentongan yang dipukul berkali-kali. Pak Budi ingat kalau malam ini dia mendapat jatah untuk ronda di kampungnya.
Lalu dengan tergesa-gesa, dia ambil jaket dan tongkat kera saktinya eh tongkat bambunya yang biasa dia bawa kalau ronda :D . Setelah mengunci pintu, dia pun segera menuju pos ronda.
Singkat cerita, setelah berkeliling kampung bersama dengan bapak-bapak setimnya. Mereka pun kembali ke pos ronda, dan sambil bercakap-cakap dengan ditemani gorengan dan kopi panas, mereka pun menghabiskan waktu menunggu jam ronda selesai.
Tak dinyana dan tak diduga, tiba-tiba hujan deras datang, sampai jam ronda habis sekitar jam 3 pagi, hujan pun masih mengguyur walaupun tidak sederas sebelumnya (gerimis). Dan akhirnya ronda pun dibubarkan, walaupun masih gerimis, tapi lebih baik pulang ke rumah masing-masing daripada menunggu hujan berhenti walaupun harus basah sedikit.
Pak Budi rumahnya yang paling jauh dari pos ronda, akhirnya harus sendirian pulang. Dalam perjalanan pulang harus melewati jalan yang sepi, karena waktu itu masih belum banyak rumah, hanya semak belukar,
kebun kosong dan sawah di kanan kirinya dan penerangan pun hanya sekedar lampu jalan 5 watt dan senter yang dia bawa. Nah saat melewati jalan yang sepi itu, tiba-tiba dia mencium aroma seperti singkong yang dibakar, tak lama dia seperti dipanggil dari arah belakang...."Mas..mas, bisa minta apinya (pinjam korek api) donk ???"
Pak Budi pun berhenti, kemudian menoleh kearah suara yang memanggilnya,....astaga...halahiyung gambreng...dia melihat sesosok tubuh tinggi besar berbulu dengan taring di mulutnya, kedua matanya merah besar, menatap Pak Budi sambil tersenyum (lebih tepatnya menyeringai lebar menggelegar membahana terpampang nyata di cerita ini :D ) sambil memegang sesuatu seperti cerutu/rokok.
Pak Budi terpana melihat penampakan itu, tapi entah bagaimana, dia menjawab dengan suara bergetar..."Ma ma maaf mbah..sa sa sa saya ti ti ti tidak merokok, ".... Lalu wujud tinggi besar berbulu itu pun berkata dengan suara besar dan mengerang, "Arrrrghh heeemmmm .. Oh.. ya sudah, " dan seperti sulap hilang dari hadapan Pak Budi..wushhhh..
Pak Budi terpana dengan pemandangan itu, akhirnya tersadar oleh tetesan air hujan yang dingin menerpa wajahnya, bergetar badannya, jantungnya berdetak dengan kencang. Akhirnya dia pun menarik napas sebanyak-banyaknya seperti orang kekurangan oksigen.
Wajarlah kalau rasa takut melanda dirinya, untunglah dia tidak pingsan, sampai-sampai lututnya terasa lemas dan terduduklah dia. Setelah 1 menit, akhirnya Pak Budi bisa menyebut nama Allah berulang-ulang, dan dengan agak sempoyongan berjalan cepat meninggalkan lokasi itu.
Dia tak habis pikir, kenapa hari ini mengalami nasib apes seperti ini, dari tadi pagi sampai saat ini. "Sialan..sialan!" Jengkel dan marah dia rasakan dalam hatinya.
Sambil terus berjalan dibawah gerimisnya hujan, akhirnya dia tiba di depan rumahnya, saat akan membuka pagar rumahnya....dukh..dukh..dukh..krieeetttt, dia mendengar ada suara berasal dari rumah tetangganya di depan rumahnya, tepatnya dari arah belakang rumah yang tidak ada penerangan lampu.
Karena curiga Pak Budi pun mengendap-endap menuju arah belakang rumah tetangganya, dengan memegang erat tongkat bambunya yang sebesar lengan anak kecil.
Sekitar 5 meter, dia melihat ada 2 wujud seperti guling yang berwarna putih samar-samar terlihat..sempat terkejut Pak Budi oleh 2 wujud itu. Pikirnya pocong, masak kesialanku belum berakhir.
Rasanya sudah nggak bisa ia tahan, tubuhnya bergetar hebat, bukan karena takut, tapi menahan kemarahan yang sudah nggak tak terbentung. Tapi mungkin benar kata orang, kalau orang sudah kepepet, dari takut bisa menjadi berani alias menjadi nekat.
Mungkin Pak Budi sudah memendam amarah, jengkel yang memuncak yang sudah tidak bisa dia tahan karena kesialan yang dialami hari itu, dengan berteriak-teriak seperti orang gila (sumpah serapah dan kebun binatang keluar semua :D ), dia pun berlari kearah 2 "sosok" itu sambil mengayunkan tongkatnya dengan kekuatan penuh.
Kedua sosok itu pun sepertinya tidak menduga ada serangan membabi buta dari Pak Budi dari arah depan samping rumah. Bukk..bukkk..bukk..bukkk...tongkat Pak Budi mengenai 2 sosok itu berkali-kali...kemudian terdengar suara mengerang kesakitan... "Ampun Pak, ampun Pak." Pak Budi sendiri kaget..lho..ternyata yang dia pukul orang beneran bukan pocong. Dan dia pun menghentikan pukulan tongkatnya.
Orang-orang yang ada di dalam rumah itu segera keluar dengan membawa parang menuju ke arah belakang rumah, mereka kaget mendengar teriakan Pak Budi yang seperti orang kalap.
Dan dengan senter ditangan mereka melihat Pak Budi dengan 2 orang yang bersarung putih tergeletak di tanah sambil menutupi kepala dengan kedua tangan mengerang-erang kesakitan. Juga tetangga yang lain pun menyusul ke belakang rumah tersebut.
Ternyata mereka berdua adalah maling yang hendak mencuri di rumah itu. Alhasil akhirnya ramailah kampung tersebut. Setelah melaporkan kepada polisi, akhirnya kedua pencuri diangkut ke mobil polisi dan dibawa ke pos polisi.
Warga di kampung itu memuji keberanian Pak Budi karena berani menghadapi 2 pencuri itu sendirian, pemilik rumah mengucapkan terima kasih karena Pak Budi menggagalkan pencurian itu.
Awalnya Pak Budi pun cuma terbengong-bengong sambil membalas jabat tangan warga, tapi setelah agak tenang beliau menjelaskan, kalau sebenarnya dia mengira kalau 2 orang tadi adalah pocong, soalnya penerangannya gelap, beliau menjelaskan kejadian sebelumnya yang dialami hari itu,
katanya karena sudah nggak bisa menahan marahnya, dia nekat, kalau pun tadi benar-benar pocong, dia tetap akan mengejar dan memukul walau apapun yang terjadi, karena betul-betul jengkel dan marah besar sekaligus ajang pelampiasan amarah beliau.
Dia pun menjelaskan, kalau tahu itu maling, mungkin dia tidak akan senekat itu, apa lagi ini ada 2 orang, satunya saja masih mikir. Warga yang mendengarkan penjelasan Pak Budi pun tertawa terpingkal-pingkal. Tapi tetap berterima kasih dan kagum akan keberanian sekaligus kenekatan Pak Budi.
Menikah Dengan Bangsa Jin
Pada saat itu saya masih menduduki bangku sekolah menengah atas (SMA) kelas 3.Tiba-tiba didalam mimpi muncul wanita sangat cantik yang ingin berkenalan , jujur pada saat itukan masih puber dan hasrat seperti itu masih sangat besar.Jadi saya mau berkenalan dengan wanita cantik itu.Parasnya kira-kira seperti artis korea gitulah tapi waktu itu belum ada demam korea loh.
Saat berjabat tangan ituloh haruuuum sekali tubuhnya dan tanganya juga lembut, lelaki mana yang tidak tertarik dengan wanita seperti itu.Namun pada saat itu say tidak sadar bahwa itu hanya sebuah mimpi, sampai pada akhirnya terbangun dan sejenak terdiam," Yah ternyata cuman mimpi".
Saya bangun kemudian saya berangkat sekolah dan mencoba melupakan kejadian mimpi tersebut.
Tetapi beberapa hari kemudian saya bermimpi dan berjumpa lagi dengan wanita itu....jujur saya kaget dan heran...yang bikin saya tidak percaya bahwa saya sadar/Tau bahwa itu mimpi, tetapi saya tidak berusaha untuk bangun dan membiarkan mimpi itu, Dia menghampiri untuk mengajak jalan-jalan dengannya berdua.
Wah pokoknya romantis banget lah seperti layaknya orang pacaran saja, yang bikin saya terbayang adalah wangi tubuhnya yang khas.Tidak terasa pagipun datang dan sayapun terbangun, namunkali ini saya gembira karena bisa berjumpa lagi dengan wanita itu.( Oh iya dia mengaku bernama MEI-MEI ).
Pastinya saya tidak tahu sudah berapa sering saya pergi berdua dengan Mei-mei itu daan pada saat pertemuan berikutnya saya dikenalkan pada kedua orang tuanya Mei-mei di rumahnya yang besar sekali beserta dengan keluarga besarnya.
Pertemuan berikutnya saya diajak ke awan oleh Mei-mei ini, saya tanya emang bisa kita terbang ke awan, Bisa....Pegang tangan saya dan jangan melihat ke blakang.
Dengan sekejap tubuh kita terbang ke atas dan ke awan-awan, di sana ternyata ada taman bunga yang begituuuuu indahnya. Saya belum pernah liat yang begituan di darat.
Nah disinilah Dia mengungkapkan sesuatu , begini pembicaraannya :
Mei-mei : Ris apa kamu suka sama Aku.
Saya : Iya memang kenapa.
Mei-mei : Apa kamu bahagia sama Aku.
Saya : Iya ( kali ini saya jadi penasaran )
Mei-mei : Apa kamu sayang sama Aku.
Saya : Iya memang kenapa kok kamu nanya kaya gini.
Mei-mei : Apa kamu mau menikah sama Aku.
Saya : (sontak kaget dong) Aduh gimana yah.....
Mei-mei : Katanya kamu suka, bahagia dan nyaman sama Aku, makanya kita menikah saja.
Saya : Aduh gimana yah soalnya saya masih sekolah, terus kalau udah lulus saya mau kerja dulu ga bisa langsung nikah biar bisa menafkahi anak istri.
Mei-mei : Kamu jangan khawatir untuk urusan keduniawian biar saya yang mencukupi, kamu minta apa aja akan saya turuti yang terpenting kamu mau menikah sama saya.
Saya : ( Masih belum nyadar kalau dia itu Jin ) Loh gimana caranya kamu mencukupi kebutuhan rumah tangga, saya ga tega kalau kamu yang kerja biar saya saja yang kerja, tetapi kalau sekarang saya ga bisa nikah dulu.
Mei-mei : Kamukan sudah saya kenalkan dengan kedua orangtua dan keluarga besar saya dan mereka telah menyutujuinya.
Saya : Lah nanti gimana orangtuaku, apakah harus ke keluargamu dulu.
Mei-mei : Ga usah, biar saya dan orangtua menemui orang tuamu.
Saya : Maaf mei rasanya saya belum siap kalau untuk menikah.
Mei-mei : (Dia menatap mata saya lalu menangis)
Saya : Maaf mei mungkin cuma sebatas ini saja hubungan kita.
Mei-mei : Ya sudah kalau kamu tidak mau menikah dengan saya, saya tidak mau memaksa.Mungkin ini pertemuan terakhir kita, karena saya mau pulang saja.
Saya : Memang kamu mau pulang keman Mei, nanti saya maen kerumah kamu yah.
Mei-mei : Ga bisa, kamu ga bakalan bisa maen kerumah Aku soalnya rumah ku tu Jauuuh sekali.
Saya : dimana sih memang di luar kota yah ( masih ga ngudeng)
Mei-mei : Makasih yah slama ini sudah mau bertemen sama Aku, Aku merasa bahagia sekali.
Akhirnya sampai terbangun saya masih penasaran dengan kejadian tersebut.
Setelah meminta bimbingan dari ustad ternyata dia adalah bangsa jin yang ingin menikah dengan saya (wih serem).
Sampai saat ini saya sudah tidak lagi bertemu dengan dia lagi Alhamdulillah.
Keranda Mayat Yang Bergerak Sendiri
KALIGESING adalah sebuah daerah di Kabupaten Purworejo Jawa Tengah dengan penghasilan utama penduduk dari buah durian. Hampir di setiap pekarangan warga terdapat pohon durian. Daerah ini sangat terkenal, di samping penghasil buah tersebut, salah satu pahlawan yaitu WR Supratman yang terkenal dengan ciptaan lagu Indonesia Raya berasal dari daerah ini.
Melihat kondisi daerah yang berbukitan, memang Kaligesing kaya dengan hasil buah yang beraneka ragam, beberapa waktu lalu koran ini bertemu dengan salah satu warga Kaligesing yang bernama Agus di bandara Sepinggan Balikpapan. Karena sudah saling kenal terlibat perbincangan akrab.
Kisah ini terjadi sekitar tahun 1991, dimana penulis dan Agus, pada waktu itu menjadi pemuda desa dan ditugaskan jaga malam yang lebih dikenal dengan ronda. Karena desa kami belum punya pos ronda, untuk sementara tempat menggunakan balai desa sebagai tempat berkumpul. Biasanya dalam satu malam ada sekitar 12 orang yang ronda dan ini dibuat secara bergilir dengan warga yang lain.
Kami sangat akrab, maklumlah kami hidup di desa dengan segala sesuatu serba minim, akan tetapi semangat kebersamaan begitu terasa di daerah ini. Pada waktu itu, kami mengalami kejadian yang aneh dan tak masuk akal, bermula ketika kami mendapat jatah ronda malam, biasanya kami
harus sudah berkumpul sekitar pulul 22.00 dan berakhir pukul 05.00. Kami pukul tersebut sudah ada di balai desa dan setiap dua jam sekali, kami keliling desa melihat situasi keadaan desa, jangan sampai terjadi pencurian atau sesuatu hal yang tak diinginkan.
Hari mulai beranjak malam, kami baru saja pulang dari berkeliling desa, rasa lelah dan kantuk membuat kami mencoba tidur sebentar dengan beralas tikar yang biasa digunakan para peronda.
Tiba-tiba dari kamar gudang yang ada di balai desa terdengar suara "klak, klak!," sangat keras. "Apaan itu Gus," tanyaku pada temanku itu. "Tak tahu ya, mungkin tikus, ayo kita lihat aja," ajak Agus padaku. Kami pun berusaha mencari sumber suara dengan cara mendekati kamar gudang, untunglah kamar tidak dikunci, pelan-pelan pintu kami buka.
Bolam 10 watt menerangi ruangan gudang dan yang kami lihat sungguh sangat mengejutkan, keranda tempat membawa mayat bergerak sendiri, seperti ada sesuatu yang akan masuk ke dalamnya dan payung perlengkapan jenazah terbuka dengan sendirinya lalu menutup lagi dan terbuka lagi secara berulang kali.
Memang tidak masuk akal, tidak ada orang, alat-alat perlengkapan pengangkut jenazah dapat bergerak-gerak. Kami saling berpandangan dan berakhir dengan berlari menjauh dari kamar gudang tersebut.
Malam itu kami tidak berani lagi ada di balai desa, masih takut dengan kejadian yang baru saja kami lihat. Setelah pagi harinya barulah tersiar kabar, bahwa salah satu warga desa ada yang meninggal.
Rasa penasaran dan ingin tahu, kami mencoba mendatangi rumah Ketua RT. "Memang benar, setiap ada orang desa yang akan meninggal, biasanya sebelumnya ditandai dengan payung dan keranda yang kita simpan di balai desa itu begerak sendiri," kata Harjo, Ketua RT setempat.
Memang di desa kami dulunya alat perlengkapan seperti keranda, payung, kain mori dan yang lainnya disimpan di balai desa dan ini sudah menjadi kebiasaan desa kami.
Pada waktu aku tanyakan pada Agus, apakah alat-alat tersebut masih disimpan di balai desa sampai sekarang. "Sudah dipindah di KUD dan sekarang ronda tetap diadakan, akan tetapi sudah di pos yang baru dibangun secara swadaya masyarakat desa," jawab Agus.
Hampir dua jam kami berbagi ceritera dan saling bernostalgia masa lalu. Pesawat telah menunggu Agus untuk kembali ke Kaligesing Purworejo
Bus Malam Berhantu
BAGI pembaca yang suka bepergian dengan bus malam, ada baiknya untuk berhati-hati selain rawan kecelakaan juga terkadang bisa berupa penglaman mengerikan seperti kisah yang dialami teman kakakku, sebut saja namanya Rini.
Gadis cantik ini bekerja di sebuah pabrik tekstil di surabaya, jauh dari kota asalnya di Banyuwangi, sebuah kota di ujung paling Timur di provinsi Jawa Timur. Hampir tiap bulan, sekali pasti dia pulang untuk mengunjungi keluarganya di banyuwangi.
Kebiasaan Rini selalu pulang dengan bus malam karena dia tidak suka berdesak-desakan di siang hari. Ketika itu dia berniat pulang kampung seperti biasa, dan menunggu bus di halte dekat tempat dia kost. Entah berapa lama sudah dia menunggu tapi bus yang di tunggu tak satupun lewat melintasi jalan itu.
Saat itu jam menunjukkan jam 11 malam, dengan perasaan gundah dia tetap berusaha tenang,jalan mulai sepi hanya satu persatu kendaraan yang lewat akhirnya bus yang ditunggu datang juga. Sebuah bus Kramatjati jurusan Banyuwangi, lalu dia menyetop bus itu dan segera naik, dia duduk di bangku kedua sebelah bapak-bapak yang usianya sekitar 40 tahunan.
Tiba-tiba angin berdesir membuat bulu kuduk merinding padahal semua jendela tertutup, perasaan Rini mulai tak enak dia mencoba melihat sekelilingnya tak satupun penumpang yang bicara begitu juga dengan sopir dan keneknya.
Wajah merekapun pucat pasi bagai mayat dan anehnya semua penumpang berbaju putih, dia mencoba bicara pada bapak yang duduk disebelahnya, "Bapak darimana? Ini bus haji ya, kok semua pakai baju putih?" lalu bapak itu hanya tersenyum.
Kenek bus menghampirinya untuk meminta uang ongkos, tapi lagi-lagi dia hanya diam dan hanya mencolek Rini, lalu Rini pun memberi uang 50 ribuan, dan kenek itu memberi kembalian. "Terima kasih," ucap Rini tapi kenek itu hanya tersenyum.
Setelah berjam-jam di dalam bus akhirnya tiba juga dia di terminal Banyuwangi, lalu dia turun dan duduk di sebuah kursi tunggu terminal. Dia masih heran dengan kejadian tadi,lalu ada seorang petugas terminal datang menghampirinya dan bertanya,"Permisi mbak mau kemana? dan darimana?" tanya dia.
"Oh saya baru aja tiba dari Surabaya," kata Rini "Emang mbak naik bus apa? Dari tadi gak ada bus yang datang," kata lelaki itu dengan heran "Kramatjati," jawab Rini singkat.
Jawaban Rini ini malah membuat pria itu tercengang dan menceritakan apa yang terjadi bus yang Rini tumpangi ternyata baru saja mengalami kecelakaan sekitar jam 7 malam di daerah Jurang Tangis. Bus masuk jurang dan semua penumpang beserta sopir dan keneknya tewas di tempat.
Mendengar kisah ini, Rini kaget setengah mati dan seakan tidak percaya. Dalam kengerian itu, lalu dia ambil uang kembalian yang dia dapat dari kenek bus ternyata tak ada uang kembalian yang ada hanyalah kapas dan darah.
Seketika itu dia pingsan tak sadarkan diri, setibanya di rumah hampir subuh dia ceritakan semua yang dia alami dan dia sudah jera naik bus malam lagi. Oh bus malam.
Kematian Yang Misterius
ATIK Sundari (bukan nama sebenarnya) telah beberapa hari ini murung terus, lantaran dalam seminggu tetangganya meninggal dunia dengan misterius. Seluruh badannya luka-luka berwarna hitam seperti orang yang 'dicucuki' banyak dan matanya hampir keluar.
Padahal cuma sakit sebentar dikiranya masuk angin biasa tetapi kenyataan tidak 'nututi' ketika dibawa ke rumah sakit. Setelah dirunut ternyata korban hanya kalah janji, katanya hari ini mau melunasi utangnya kepada mas Bonar (bukan nama sebenarnya) yang masih kakak kandungnya sendiri.
Begitu berkali-kali dan setiap ada korban tewas, mesti keluarganya bilang kalau punya utang dengan kakaknya dan belum membayar sampai batas waktunya. "Ah, ini mesti perbuatan kakak yang tidak kapok-kapok padahal hartanya sudah melimpah," demikian pikir Atik Sundari.
Gawang-gawang masih terngiang ketika kedua orang tuanya mau wafat, selain mewariskan sebidang tanah berikut bangunan rumah yang besar ternyata orang tuanya itu juga punya 'lemek' kalau menurut orang Jawa namanya pesugihan.
"Ndhuk dan kamu Bonar, bapak hanya bisa mewarisi rumah dan tanah sedikit. Bagilah rata dan adil, jangan rebutan. Namun bapak juga punya ingon-ingon banyak angkrem yang bisa membantu kamu dalam mencari rezeki, semoga kamu bisa momong" demikian ucapnya ketika itu.
Tentang tanah dan bangunan rumah telah dibagi dua sama-sama setuju, namun mengenai 'ingon-ingon' banyak angkrem sebetulnya Atik Sundari agak keberatan. Sebagai pemeluk agama yang taat hati kecilnya tidak sampai kalau harus mengor bankan orang lain demi kepentingan kekayaan sendiri, atau numpuk harta. Maka ketika orang tua menyinggung masalah 'pesugihan' banyak angkrem Atik Sundari menolak dengan halus, biar kakaknya mas Bonar yang mengurus.
Maka dalam kehidupan sehari-hari, Atik Sundari sekeluarga biasa-biasa saja sedangkan kakaknya Bonar disamping warisan orang tua sudah kaya kini semakin kaya lagi. Kehidupannya serba mewah, rumah besar mobil ada dua masih kincling semua keluaran tahun mutahir.
Tetapi kakak beradik itu tetap tinggal berdampingan, sebelah kiri kakaknya dan Atik Sundari sebelah kanan. Mereka rukun satu sama lain anak-anaknya pun bermain bersama, tidak pernah congkrah atau saling bermusuhan.
Yang merisaukan Atik Sundari adanya kematian warga kampung yang misterius dan berturut-turut, dengan luka hitam bengkak-bengkak sekujur tubuhnya rojah-rajeh mengenaskan. Dilain pihak kekayaan kakaknya semakin membengkak, sugih mblegendhu.
Maka setelah sembahyang Maghrib Atik Sundari menemui kakaknya yang baru saja pulang dari toko, mengutarakan maksudnya. "Mas Bonar, apakah tega melihat warga menjadi korban akibat 'pesugihan' banyak angkrem?" katanya langsung pada persoalan.
"Sudahlah dik, ini urusan kakak. Kamu tidak usah ikut-ikutan yang penting hidup kamu berkecukupan," jawab kakaknya kalem. "Mas, kita hidup ini kan butuh bermasarakat juga, kalau kita banyak merugikan orang-orang yang tidak berdosa bagaimana mempertanggung jawabkan besok di akirat," ungkap Atik Sundari.
"Pokoknya ini semua tanggungjawab saya, yang penting harta kita berlimpah hidup kita cukup tambah disegani," kata Bonar tegas. "Tidak Mas, saya berani menentang kelakuan jahat, karena ingat besuk semua perbuatan kita didunia pasti diadili oleh Tuhan YME. Mulai detik ini saya anggap kamu bukan kakakku lagi, kalau masih tega berbuat jahat," kata Atik Sundari sembari berdiri meninggalkan ruang tamu kakaknya.
Mendapat tantangan dari adiknya, Bonar bukannya sadar tetapi malah berbuat lebih jahat lagi. Paginya, ketika anaknya Atik Sundari sedang bermain-main dihalaman rumah mendadak pulang sambil menjerit-jerit ketakutan, jangan...jangan...saya takut saya tidak bersalah.
Matanya mendelik seperti melihat barang yang menakutkan, katanya ia diuber-uber oleh binatang seperti itik warnanya putih mulus agak besar dan gulunya panjang. "Pasti banyak angkrem, kenapa kakakku tega kepada keponakan sendiri?" gumam Atik Sundari getem-getem.
Setelah konsultasi dengan kiai Nur Saleh (bukan nama sebenarnya) Atik Sundari mulai mengadakan perlawanan terhadap 'pesugihan' kakaknya, ia tahu persis kalau setiap malam Selasa Kliwon atau Jumat Kliwon banyak angkrem itu harus diberi sesaji.
Maka keberadaannya harus mendekam di pekarangan seperti sedang mengerami telur-telurnya agar bisa menetas dengan baik, saat itulah yang tepat untuk memusnahkan makhluk gaib itu sebab kalau tidak atau sedang berkeliaran galaknya bukan main.
Maka dibacanya ayat-ayat suci Alquran sambil berdoa kepada Tuhan YME agar dijauhkan dari marabahaya, terutama perbuatan setan yang menyesatkan.
Tiba-tiba seperti ada guntur meledak didalam rumah, dhar.....tahu-tahu sosok tubuh kakaknya terbanting jatuh dilantai sambat-sambat : " Aduh...aduh sakit, jangan bunuh aku....tolong...kapok". Paginya tersebar keseluruh kampung bahwa juragan Bonar meninggal dunia mendadak tanpa sakit lebih dulu, sekujur badan nya penuh luka arang kranjang seperti dipatuk binantang buas lebam hitam.
Juga matanya mendolo menahan rasa takut, yang mengherankan ranjang tempat tidurnya bosah-baseh seperti habis untuk bertelur binatang itik tetapi tidak jadi dan bau busuk sangat menyengat.
Sampai jenazah dikuburkan, tidak ada yang tahu kecuali Atik Sundari, adiknya. "Semoga diampuni dosamu mas Bonar, saya terpaksa mengusir 'banyak angkrem' dari rumah ini jangan sampai membuat bencana di masyarakat," demikian batinnya, konon pesugihan 'banyak angkrem' merasa diusir dari rumah membuat marah dan buntutnya 'tuannya' sendiri yang dilalap.
Cerita Rumah Hantu Darmo
Di Surabaya ada Rumah Hantu Darmo yang terkenal menyeramkan. Traveler yang punya nyali, biasanya menguji nyalinya di sini. Menurut masyarakat setempat, rumah kosong ini dihuni banyak mahluk gaib. Ini penampakan rumahnya!
Rumah Hantu Darmo terletak di Jalan Puncak Permai II nomor 26, Sukomanunggal, Surabaya. detikTravel mengunjungi dan menelusuri tiap sudut-sudut di rumah ini pada Rabu, (12/6/2013). Dari luar saja, Rumah hantu Darmo sudah terlihat menyeramkan.
Rumah yang sangat luas itu kondisinya sekarang sudah tidak terawat. Atap rumahnya yang sudah tidak ada, dan menyisakan pilar-pilar serta tembok. Semak belukar pun tumbuh tak hanya di bagian halaman rumah, tapi juga bagian dalam rumah yang berda di lantai 1, lantai 2, maupun lantai bawah.
Pagarnya pun juga tidak ada, dan temboknya saja yang kondisinya sebagian miring. Tulisan berbagai warna warni cata, tersebar hampir di seluruh pilang dan tembok.
"Memang di sini dikenal dengan sebutan rumah Hantu," ujar warga warga Sukomanunggal, Minto.
Ia menceritakan, banyak kejadian aneh yang membuatnya ketakutan. Ketika masih duduk di bangku SMP kelas 2, Minto bekerja loper koran dan hendak mengirim koran tersebut ke pelanggan di kawasan Darmo Harapan.
"Waktu saya loper koran waktunya sekitar mendekati subuh, saya melihat ada penampakan seorang wanita mengenakan pakaian warna putih tapi agak layu berjalan di sini (persimpangan jalan Puncak Permai-Darmo Harapan, depan rumah hantu)," tuturnya.
Kondisi menyeramkan pun juga terasa di dalam rumah hantu tersebut pada malam hari. Seperti yang disampaikan Ira (16) warga Lidah Kulon, Surabaya. Ia menceritakan, pernah datang pada malam hari, bersama teman-temannya serta saudara laki-lakinya, yang mempunyai kemampuan indra keenam.
"Katanya, dia melihat ada sosok bertubuh besar dan ada harimau," ujar sambil menunjuk bagian utara dalam rumah tersebut.
Rumah Hantu Darmo pun punya sejarah panjang. Kabarnya, keluarga penghuni rumah tersebut tenggelam dalam kecelakaan boat dan semuanya meninggal. detikTravel pun mencari kebenaran tersebut.
"Satu keluarga tenggelam semua saat rekreasi di Bali," ujar satpam Perumahan Darmo Harapan (yang lokasinya berada di sisi utara Puncak Permai), Rouf.
Hingga saat ini, baik satpam atau masyarakat setempat benar-benar tidak mengetahui persis siapa pemilik dan pewaris rumah hantu tersebut. Tak heran, bangunannya pun mulai hancur dan berlumut. Meski demikian, Rumah hantu Darmo dulunya adalah rumah yang megah. Namun kini, tempat itu menjadi destinasi wisata horor secara tidak sengaja. Pelancong yang datang adalah warga sekitar Surabaya.
Ajang uji nyali pun jadi tantangan tersendiri bagi wisatawan lokal saat melancong ke Rumah hantu Darmo. Tak hanya itu, rumah hantu yang penuh mistis ini juga jadi tempat pacaran muda-mudi. Walah! detikTravel memergoki beberapa ABG yang sedang bermesraan. Ketika detiktravel menanyakan, apakah tidak khawatir berpacaran di tempat sepi dan dikenal ber-hantu, keduanya serempak menjawab tidak terpengaruh.
"Nggak takut mas," ujarnya.
Menurut Rouf, sampai saat ini ada sekitar 7 kejadian pengunjung yang mengalami kesurupan saat melancong ke rumah hantu tersebut. Menurutnya, mayoritas yang kesurupan adalah kebanyakan perempuan.
"Mungkin selain pikirannya kosong, juga anak perempuan yang clutak (banyak omong dan tidak tahu aturan)," ujarnya.
Nah, rupanya kehadiran rumah hantu ini meresahkan warga sekitar. Bahkan polisi pun sampai turun tangan. "Kita bersama muspika dan Pak RW berpikir bersama, agar rumah tersebut tidak dikunjungi," kata Kapolsek Sukomanunggal Kompol M Baderi.
Aneka pagar kayu dan bilik yang dipasang warga, selalu dijebol bocah-bocah ABG ini. Razia pun sering dilakukan polisi dan hasilnya, mereka menemukan banyak pengunjung yang kebanyakan masih pelajar sedang berpacaran, maupun yang menggelar pesta miras.
"Kalau ada yang pacaran atau minum minuman keras, kita panggil guru sekolahnya dan orang tuanya. Kita serahkan ke orang tuanya untuk dilakukan pembinaan. Kalau pesta miras, yang dewasa kita serahkan ke pengadilan negeri untuk dikenakan tipiring (tindak pidana ringan)," tuturnya.
Fenomena Unik Pelangi Terbakar
Kumpulan pelangi penuh warna di langit ini bisa kamu lihat selama musim panas di sebagian besar Amerika Serikat.
Sebetulnya apa yang terlihat adalah pembiasan cahaya langsung di awan dan tak ada hubungan dengan pelangi yang terbakar. Hanya motifnya yang mengkristal membuat tampilannya seakan terbakar dan sangat memukau.
Sumber

Sebetulnya apa yang terlihat adalah pembiasan cahaya langsung di awan dan tak ada hubungan dengan pelangi yang terbakar. Hanya motifnya yang mengkristal membuat tampilannya seakan terbakar dan sangat memukau.
Sumber
Fenomena Unik Waterspouts
Waterspouts adalah sebuah fenomena alam yang bisa disebut tornado atau pusaran air yang membumbung tinggi sampai ke langit.
Badai ini terbentuk di atas air dan sangat berbahaya karena bisa mencapai kecepatan 305 km/jam. Bisa kamu bayangkan cepatnya? Pusaran air ini dianggap sebagai salah satu penyebab banyaknya kapal atau pesawat tenggelam di Segitiga Bermuda dengan 400-500 pusaran/tahun.
Sumber

Badai ini terbentuk di atas air dan sangat berbahaya karena bisa mencapai kecepatan 305 km/jam. Bisa kamu bayangkan cepatnya? Pusaran air ini dianggap sebagai salah satu penyebab banyaknya kapal atau pesawat tenggelam di Segitiga Bermuda dengan 400-500 pusaran/tahun.
Sumber
Fenomena Unik Bunga Es
Sederhananya bunga es adalah bunga yang terbuat dari es. Benda itu terbentuk dari penumpukan partikel es di sekitar pangkal tanaman tertentu atau pepohonan.
Pada saat suhu di luar tanaman membeku dan di dalamnya tidak, maka akan terjadi proses pembekuan. Hasilnya? Sebuah ciptaan cantik yang begitu mempesona.
Sumber

Pada saat suhu di luar tanaman membeku dan di dalamnya tidak, maka akan terjadi proses pembekuan. Hasilnya? Sebuah ciptaan cantik yang begitu mempesona.
Sumber
Fenomena Unik Sun Dogs
Ini merupakan bentuk fenomena alam lainnya yang berhubungan dengan kristal es di atmosfer.
Sama seperti 'pelangi yang terbakar', fenomena halo matahari ini tampak seperti ada dua titik terang menyerupai matahari di langit sehingga tampak ada 3 matahari di langit.
Sumber

Sama seperti 'pelangi yang terbakar', fenomena halo matahari ini tampak seperti ada dua titik terang menyerupai matahari di langit sehingga tampak ada 3 matahari di langit.
Sumber
Fenomena Unik Brinicles
Ketika permukaan laut membeku seperti di Kutub Utara dan Selatan, maka akan ada air asin dan air tawar yang berkumpul di bawah lapisan es. Sudah pasti lapisan garam akan lebih padat daripada air laut sehingga membuatnya cenderung tenggelam ke dasar.
Lantaran sangat dingin, kumpulan air garam itu membeku dan hal itu disebut dengan nama stalaktit es atau memiliki julukan keren brinicles
Sumber

Lantaran sangat dingin, kumpulan air garam itu membeku dan hal itu disebut dengan nama stalaktit es atau memiliki julukan keren brinicles
Sumber
Fenomena Unik Penitentes
Ini adalah formasi lapisan es yang juga keren dan biasanya terdapat di kawasan pegunungan. Bidang-bidang es yang runcing ini memiliki julukan penitentes dan bisa mencapai ketinggian 4 meter. Bisa kamu temukan di kawasan pegunungan Andes seperti jarum-jarum es di hamparan pegunungan.
Fenomena Unik Supercell
Supercell pada dasarnya adalah kumpulan tornado yang lebih dari sekedar sel badai biasa dan begitu menyeramkan. Benda ini cenderung berputar dengan sangat cepat dan sangat besar. Untungnya fenomena alam mengerikan ini sangat langka dan cenderung hanya bisa ditemukan di kawasan Amerika Serikat saat musim semi.
Sumber
Fenomena Unik Columnar Basalt
Pada dasarnya Columnar Basalt adalah formasi semacam bebatuan dengan bentuk persegi sempurna yang ada di pinggiran lautan. Tidak ada yang tahu bagaimana basalt ini bisa terbentuk. Menjadi salah satu hal misterius
Sumber
Sumber
The Back Seat Ghost
Mrs. Mabel Chinnery was visiting the grave of her mother one day in 1959. She had brought along her camera to take photographs of the gravesite. After snapping a few shots of her mother's gravestone, she took an impromptu photo of her husband, who was waiting alone in the car. At least the Chinnerys thought he was alone.
When the film was developed, the couple was more than surprised to see a figure wearing glasses sitting in the back seat of the car. Mrs. Chinnery immediately recognized the image of her mother – the woman whose grave they had visited on that day. A photographic expert who examined the print determined that the image of the woman was neither a reflection nor a double exposure. "I stake my reputation on the fact that the picture is genuine," he testified.
Tulip Staircase Ghost
Rev. Ralph Hardy, a retired clergyman from White Rock, British Columbia, took this now-famous photograph in 1966. He intended merely to photograph the elegant spiral staircase (known as the "Tulip Staircase") in the Queen's House section of the National Maritime Museum in Greenwich, England. Upon development, however, the photo revealed a shrouded figure climbing the stairs, seeming to hold the railing with both hands. Experts, including some from Kodak, who examined the original negative concluded that it had not been tampered with. It's been said that unexplained figures have been seen on occasion in the vicinity of the staircase, and unexplained footsteps have also been heard.
Interesting side note: This photo isn't the only evidence of ghostly activity at the Queen's House. The 400-year-old building is credited with several other apparitions and phantom footsteps even today. Recently, a Gallery Assistant was discussing a tea break with two colleagues when he saw one of the doors to the Bridge Room close by itself. At first he thought it was one of the lecturers. "Then I saw a woman glide across the balcony, and pass through the wall on the west balcony," he said. "I couldn't believe what I saw. I went very cold and the hair on my arms and my neck stood on end. We all dashed through to the Queen's Presents Room and looked down towards the Queen's Bedroom. Something passed through the ante-room and out through the wall. Then my colleagues all froze too. The lady was dressed in a white-grey colour crinoline type dress."
Other ghostly goings-on include the unexplained choral chanting of children, the figure of a pale woman frantically mopping blood at the bottom of the Tulip Staircase (it's said that 300 years ago a maid was thrown from the highest banister, plunging 50 feet to her death), slamming doors, and even tourists being pinched by unseen fingers.
Langganan:
Postingan (Atom)












